RUTENG – Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga korban serta proses pencarian pelajar SMP yang dilaporkan tenggelam di Kawasan Wisata Pemandian Tiwu Pai, Kampung Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, pada Minggu pagi, 11 Januari 2026, jagat media sosial Facebook Manggarai justru diramaikan oleh sejumlah unggahan warganet yang dinilai keliru, bahkan menyesatkan. Alih-alih memperkuat empati publik, sejumlah warganet justru menyebarkan informasi yang tidak akurat, bahkan menyesatkan.
Salah satu unggahan datang dari akun Sony Anggal di Grup Facebook Lawa Manggarai Punya Grup dengan keterangan peristiwa di Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2016. Postingan ini bukan saja keliru tetapi dinilai memamerkan kebodohan di jagat maya, padahal insiden ini terjadi pada 2026. Kesalahan tersebut menuai beragam reaksi warganet yang menilai unggahan itu dibuat tanpa kehati-hatian. “Leng berkembang dite bodok hitu ge kesa, (Terlalu juga kamu punya kebodohan itu)” komentar seorang warganet.
Unggahan lain muncul dari akun PGRI Manggarai Timur di Grup Facebook Forum Rakyat Peduli Manggarai yang mempertanyakan adanya kegiatan di “Tiwu Pae Kajong” hingga menyebabkan seorang anak sekolah tenggelam. Postingan ini juga dinilai menyesatkan karena lokasi kejadian bukan berada di Kajong, melainkan di Kampung Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat. “Ada kegiatan apa di Tiwu Pae Kajong, sampe ada anak sekolah Yang tenggelam ??? Ini musim hujan soalnya, postingan ini justru salah tempat, bukan di Kajong tetapi di Kampung Wontong, Desa To’e, Kecamatan Reo Barat,” unggahnya.


