RUTENG – Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Ketua DPC Manggarai Timur, Yohanes Rumat, angkat bicara terkait polemik yang melibatkan dua anggota DPRD Fraksi PKB di kabupaten Manggarai Timur yang kini tengah menjadi sorotan publik.
Terkait kegaduhan yang terjadi, Yohanes menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Manggarai Timur secara khusus dan masyarakat NTT pada umumnya. Sebagai pimpinan partai di DPC Manggarai Timur, dirinya tidak menutup mata terhadap berbagai kritik dan komentar masyarakat.
Sebagai nahkoda PKB di Manggarai Timur, dirinya terbuka menerima berbagai tanggapan dari masyarakat, baik yang bersifat positif maupun kritis.
Ia menjelaskan, polemik tersebut dipicu oleh dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang melibatkan dua anggota fraksi, mulai dari persoalan utang-piutang hingga dugaan wanprestasi atau janji yang tidak ditepati, yang saat ini telah dilaporkan secara resmi oleh korban dan sedang dalam proses penanganan pihak berwenang.
Meski demikian, ia menegaskan apresiasinya terhadap keberanian masyarakat yang melaporkan persoalan tersebut ke ranah hukum.
Menurutnya, anggota DPRD sejatinya menjadi pejabat publik yang memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat. Namun, munculnya persoalan hukum menunjukkan bahwa harapan tersebut seakan masih sejauh panggang dari api.


