RUTENG – Awal bulan Maret 2024, bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir rob (banjir di wilayah pesisir), tanah longsor, pohon tumbang dan sambaran petir, terjadi hampir di semua wilayah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Karena itu untuk mengantisipasi dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Manggarai membentuk posko siaga bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD), Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar mengatakan pihaknya mendapat banyak laporan dari para Camat se-Kabupaten Manggarai melalui media whatsapp terkaitnya banyaknya titik bencana.
Laporan tersebut dijadikan dasar untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan upaya antisipasi.
“Kami sudah koordinasi dengan semua pihak termasuk TNI-Polri, pihak Keuskupan Ruteng, BMKG dan lainnya untuk siap menghadapi situasi terburuk,” kata Kalak BPBD Stefanus Tawar, Rabu, (13/3).
Menurut dia, posko siaga bencana hidrometeorologi itu untuk merespons cepat laporan bencana alam yang disampaikan pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.
“Unsur pemerintah terkait kita juga siap, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Manggarai,” katanya.
Langkah konkret yang telah dilakukan posko adalah merespons sejumlah bencana longsor, termasuk menangani longsor yang menutup ruas-ruas jalan di wilayah Kecamatan Cibal.
“Longsor subuh tadi diakibatkan hujan deras,” katanya.
Dijelaskan Kalak Stefanus, Pemkab Manggarai, telah memetakan wilayah rawan bencana alam seperti longsor dan banjir.


