By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PadarNewsPadarNews
Notification Show More
Latest News
Sejak 2019, UPTD Puskesmas La’o Wujudkan Zona Bebas Pasung ODGJ di Delapan Kelurahan
REGIONAL Ruteng
Tahun Depan, 44 Desa di Manggarai Bakal Gelar Pilkades, Pemda Siapkan Anggaran Rp500 Juta
Headlines REGIONAL Ruteng
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Ruteng Raih Sertifikat Keahlian dari PT Elite Jaya Meubel
Headlines REGIONAL Ruteng
Dinkes Manggarai Gelar Peringatan HKN ke-61, Momen Refleksi dan Panggilan Dedikasi untuk yang Rentan dan Terlupakan
Headlines Ruteng
Workshop Literasi Keuangan Tingkatkan Kemampuan Finansial Anggota Dharma Wanita Persatuan
Headlines Ruteng
Aa
  • Home
  • Nasional
    • Ekobis
    • Polhukam
    • Sosbud
  • Berita NTT
    • Flores
    • Timor
  • Seputar Manggarai
    • Borong
    • Labuan Bajo
    • Ruteng
  • Wisata
    • Hotel
    • Resto & Cafe
    • Travel
  • Sports
  • Oase
  • Selebrita
  • More
    • Zodiak
    • Info Kurs
Reading: Aria Bima: Tak Perlu Lagi Ada Pemilu dan Pilkada, Jika Rezim Gunakan Kekuasaan
Share
Aa
PadarNewsPadarNews
  • Nasional
  • Berita NTT
  • Seputar Manggarai
  • Entertainment
  • Technology
Search
  • PADARNEWS.CO
    • Padar Spotlight
    • Padar Hotshoot
    • Padar Stories
    • Padar Headlines
  • Categories
    • Headlines
    • Nasional
    • Berita NTT
    • Seputar Manggarai
    • Health
    • More
  • Bookmarks
    • Customize Interests
    • My Bookmarks
  • More @PadarNews
    • Blog Index
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
PadarNews > Headlines > Aria Bima: Tak Perlu Lagi Ada Pemilu dan Pilkada, Jika Rezim Gunakan Kekuasaan
HeadlinesNasional

Aria Bima: Tak Perlu Lagi Ada Pemilu dan Pilkada, Jika Rezim Gunakan Kekuasaan

Last updated: 2024/02/17 at 1:08 PM
Redaksi Published Sabtu, Februari 17th, 2024
Share
Politisi senior PDI Perjuangan, Aria Bima
SHARE

JAKARTA-Politisi senior PDI Perjuangan, Aria Bima mengatakan, ke depan tidak perlu lagi ada pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) jika rezim bebas menggunakan kekuasaan, sehingga prosesnya sarat manipulasi.

Menurut dia, berbagai kecurangan dan pelanggaran Pemilu 2024 yang tidak ditangani dengan serius oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga mencapai puncaknya pada kerancuan sistem rekapitulasi suara yang terindikasi menguntungkan paslon tertentu, akan menjadi preseden bagi penyelenggaraan pemilu bahkan pilkada selanjutnya.

Aria Bima menilai, penguasa baik di pusat maupun di daerah akan memanfaatkan kekuasaan untuk menggiring atau memanipulasi proses pemilu, sebagaimana yang terjadi pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Tidak ada yang bisa melawan rezim kalau melihat betapa proses pemilu sekarang yang manipulatif sejak awal ini seolah dibiarkan terjadi. Kalau masih kejadian seperti ini, percuma tahapan pemilu dilakukan, mending oligarki ditunjuk saja biar selesai. Ini mau pakai cara apapun tidak akan bisa dilawan, manuvernya memang untuk memenangkan paslon tertentu,” ujar Aria Bima, dalam jumpa pers Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, di Jakarta, Jumat (16/2/2024).

Dia menilai, tidak perlu ada pemilu lagi maupun pemilihan kepala daerah jika sistemnya seperti sekarang, di mana penguasa tidak netral dan menggunakan kekuasaannya untuk memanipulasi sistem pemilu melalui program pemerintah dan pengerahan aparat.

“Kalau pemilu dilakukan dengan sistem seperti sekarang ini, ada politisasi bansos, subsidi pupuk, intimidasi kepada aparat desa melalui dana desa, belum lagi money politic, terus untuk apa kampanye, debat, tim narasi, tim subtansi, tim intelektual dikumpulkan. Tidak ada artinya semua, apalagi dengan closing yang amburadul seperti ini,” ungkap dia.

Dia mengatakan, KPU dan Bawaslu seharusnya meminta maaf atas penyelenggaraan Pemilu yang buruk, dan hanya menjadi ajang yang membuang uang negara, namun demokrasi tercoreng.

“Saya merasa tidak perlu lagi ada pemilu, bahkan pilkada juga tidak perlu. Buat apa buang-buang uang untuk penyelenggaraan pemilu, sampai rekap suara aja keliru. Kalau kondisi seperti ini, manipulatif dan tidak ada netralitas dari pemerintah, saya tanya kita masih perlu ada pemilu enggak? Karena sederhana, pakai saja dana desa, ancam kepala desa, tidak perlu paslon berdebat visi-misi, buat kampanye terbuka, dan lain-lain. Toh, hasilnya sudah ketahuan,” tutur Bima.

Pilar Keempat
Pada kesempatan itu, Aria Bima juga meminta media memainkan peran sebagai pilar keempat demokrasi untuk mengawal proses pemilu yang masih berjalan.

12Next Page

You Might Also Like

Tahun Depan, 44 Desa di Manggarai Bakal Gelar Pilkades, Pemda Siapkan Anggaran Rp500 Juta

Warga Binaan Rutan Kelas IIB Ruteng Raih Sertifikat Keahlian dari PT Elite Jaya Meubel

Dinkes Manggarai Gelar Peringatan HKN ke-61, Momen Refleksi dan Panggilan Dedikasi untuk yang Rentan dan Terlupakan

Workshop Literasi Keuangan Tingkatkan Kemampuan Finansial Anggota Dharma Wanita Persatuan

TAGGED: ARIA BIMA, MANIPULASI DATA, PEMILU CURANG, Pilkada, Pilpres 2024
Redaksi Sabtu, Februari 17th, 2024
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Email Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SuarNews.com

Categories

  • Nasional
  • Berita NTT
  • Seputar Manggarai
  • Selebrita
  • Wisata
  • Sport

About US

Kami menyajikan informasi terkini dan terlengkap dari seluruh wilayah Indonesia dengan stressing pointnya semua daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Quick Link
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Index
Top Categories
  • Nasional
  • Berita NTT
  • Seputar Manggarai
  • Entertainment
  • Technology

Subscribe US

Facebook Twitter Youtube Telegram Whatsapp

© Padar News Network. Raka ZieCloud.com Company. All Rights Reserved. Gendis.com dan SuarNews.com

  • Contact
  • Index
  • Complaint
  • Advertise

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?