RUTENG – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyambangi Istana Keuskupan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/1/2023).
Saat tiba, dia diterima langsung oleh Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat. Ia disambut secara adat oleh masyarakat Manggarai, yakni Kepok Kapu atau salam pembuka orang Manggarai.
Kemudian, Ganjar dikalungkan dengan selendang dan juga diberi makan siri pinang yang diiringi musik tradisional gong dan gendang.
Setelah itu, Capres berambut putih ini kemudian diajak masuk ke dalam sebuah ruangan. Di sana, Ganjar dengan pakaian adat lengkap dan menjadi pusat perhatian para tokoh agama yang ada di Istana Keuskupan Ruteng.
Ganjar mengenakan topi berwarna merah, lalu selendang berwarna hitam, serta kain merah yang melingkari perutnya. Kemudian, Ganjar terlihat menggunakan kain terusan berwarna hitam sampai ke kaki.
Menurut Mgr Siprianus, kain yang digunakan Ganjar tersebut memiliki sebuah makna tersendiri. Salah satunya, melindungi Mantan Gubernur Jawa Tengah itu dari segala macam kegelapan.
“Kain ini adalah simbol kegelapan, ini melindungi Pak Ganjar dari segala macam kegelapan. Ini tadi ada tiga lingkaran ini kepemimpinan ini berati Pak Ganjar dilindungi kebesaran kepemimpinannya,” ungkap Mgr Siprianus.
Secara simbolik, Ganjar turut diberikan parang yang dikaitkan di sisi sebelah kiri pinggangnya. Adapun parang itu menjadi sebuah simbol perlindungan bagi Ganjar.
“Lalu parang menjadi bagian dari perlindungan itu. Ini adalah simbol kepemimpinan Manggarai dengan perlengkapan yang ada,” jelasnya.


