LABUAN BAJO-Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengharapkan kehadiran Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) di NTT dapat membantu para petani lokal, khususnya yang berada di daerah pariwisata super prioritas.
“Petani kopi harus diadvokasi lewat kehadiran AEKI di NTT,” kata Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi usai acara Pelantikan Pengurus BPD AEKI NTT seperti dikutip ANTARA di Labuan Bajo, Jumat, (4/11/2022).
Dia mengatakan AEKI NTT bisa memberikan advokasi maupun pendampingan yang bertujuan untuk mempertahankan kualitas dari produk kopi yang hendak dijual ke luar daerah.
Menurut Bupati yang akrab disapa Edi ini, kualitas kopi petani sering mengalami penurunan apabila pemesanan terjadi dalam jumlah banyak.
Dia menyebut petani sering mengabaikan kualitas dan stok yang akan berpengaruh pada keberlanjutan produksi.
“Kelemahan kita dikala permintaan banyak, kadang mereka mengabaikan kualitas, padahal ini berkelanjutan. Kualitas, stok, ini harus dijaga,” katanya.
Selain mengadvokasi petani tentang pentingnya mempertahankan kualitas, AEKI juga harus menjadi pendorong agar kopi yang diekspor tercatat sebagai kopi dari Flores, bukan dari daerah lain.


